Minggu, 15 September 2013

Pengertian BKP, tujuan, peran dan tanggung jawab konselor serta sifat dan model BKP

Tugas kelompok
bimbingan konseling perkembangan”
DOSEN PEMBIMBING:
Dra. Najlatun Naqiyah, S. Aq, M.Pd



NAMA KELOMPOK:
  1. Eny Wiji Lestari        : (121014002)
  2. Khabibatul Rohmawati : (121014003)
  3. Windi Ratna  Sari    : (121014018)
  4. Septian Adi Caraka S : (121014031)
  5. Hariati Khoiroh : (121014231)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
TAHUN 2013









BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN
  1. PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN
Sebelum kita menginjak pengertian bimbingan konseling perkembangan, maka sebaiknya kita mengetahui pengertian bimbingan konseling dahulu, bimbingan konseling yaitu proses membantu individu atau kelompok yang sifatnya pencegahan, penyembuhan, dan pengembangan untuk mencapai hasil yang optimal. Sedagkan bimbingan konseling perkembangan sendiri memiliki pengertian layanan bimbingan konseling yang dirancang dengan memfokuskan kepada kebutuhan , minat, dan isue-isue yang berkaitan dengan tahapan perkembangan siswa dan merupakan bagian penting yang integral dari keseluruhan program pendidikan.
Sedangkan menurut para ahli (Muro & Kottman 1995) adalah progam bimbingan yang didasarkan atas beberapa prinsip, yaitu bimbingan dan konseling dibutuhkan untuk semua remaja dalam proses perkembangan terfokus pada bagaimana remaja belajar dan pada proses mendorong perkembangan , serta konselor & guru berperan membentuk siswa untuk belajar dalam proses pembelajaran.
Dapat diambil benag merah bahwa bimbingan konseling perkembangan adalah suatu program bimbingan konseling yang dititik beratkan memberian pertolongan pada seorang siswa dalam menghadapi tugas perkembangan dan masalah-masalahnya untuk memandirikan mereka. Dengan keadaan ini seorang konselor beserta guru berpengaruh penting dalam proses belajar siswa dalam kehidupan/di sekolah. Konselor mendampingi para siwanya dalam proses memandirikan ini berlangsung selama proses pendidikan berlangsung.
  1. TUJUAN BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN
Setiap kegiatan pastilah memiliki tujan tersendiri. Begitu juga dengan bimbingan konseling perkembangan juga memiliki tujuan yaitu:
  1. Adanya penerimaan diri (self-acceptance)
  2. Memilki pemahaman tentang diri (self-understanding)`
  3. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan siswa di masa yang akan datang
  4. Membantu mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki siswa seoptimal mungkina
  5. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, dan lingkungan kerja
  6. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi siswa dalam studi, kehidupan masyarakat, dan dunia kerja.
  7. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
  8. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko
  9. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri
  10. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif
  11. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam berinteraksi dengan orang lain
  12. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
  13. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
  14. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif
  15. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir
  16. Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat


  1. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KONSELOR
  • PERAN KONSELOR
  1. memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dalam menfasilitasi “Pengembangan Diri” siswa sesuai minat, bakat, serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangannya
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kondisi sekolah.
Selain itu terdapat 4 peran dasar yang lain yaitu :
  1. Menejemen Program
  2. Bimbingan
  3. Konseling
  4. Konsultasi dan advokasi mahasiswa
  5. Koordinasi
  6. Penilaian(kalaborasi dan interpretasi saja)
Adapun penjelasannya sebagai berikut:
  1. Menejemen Program
Konselor sekolah berfungsi dalam bidang pengolahan program bimbingan dalam unit sekolah dan bagian-bagian sekolah. Konselor bekerja bersama dengan staf pengajar, siswa, orangtua, dan masyarakat guna merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program bimbingan komprehensif. Konselor harus mampu mengatur personil, sumber daya fisik, dan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan yang ditetapkan, prioritas dan tujuan. Mereka harus mengevaluasi bimbingan dan program konseling untuk mempertahankan konstribusinya terhadap total program pendidikan.
  1. Bimbingan
Konselor sekolah memberikan proaktif, bimbingan perkembangan yang komprehensif dan konseling program untuk semua siswa, dimulai dari kelas dua belas, dalam sekolah dan kabupaten dimana mereka bekerja. Pendekatan pembangunan berfokus pada “normal” proses tumbuh dalam masyarakat yang kompleks. Isu multikultural, perbedaan individu harus diperhitungkan untuk memberi layanan bimbingan perkembangan dan dalam program konseling. Semua siswa membutuhkan bimbingan akademik dan pengembangan karir, sehingga bimbingan diberikan kepada kelompok siswa.
  1. Konseling
Konselor memberikan teori-teori yang tepat dan teknik konseling untuk mengembangkan dan memelihara individu yang efektif dan hubungan kelompok dan memberikan penyuluhan dalam menanggapi individu dan kelompok-kelompok kecil dengan pendidikan, karir, kebutuhan pribadi, dan sosial atau kekuatiran.
  1. Konsultasi dan Advokasi Mahasiswa
Konselor disini sebagai konsultan, memberikan keahlian profisional untuk membantu staf, administrator, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya untuk memahami kedua prilaku individu dan hubungan manusia. Selain itu, konselor menginterprtasikan informasi yang releven kepada orang-orang mengenai perkembangan dan kebutuhan siswa.



  1. Koordinasi
Konselor sebagai koordinator mempertemukan orang-orang dan sumber daya di sekolah, masyarakat, dan kabupaten untuk mengembangkan pribadi/sosial, akademik, dan karir sepenuhnya dari para siswa.
  1. Asesmen
Konselor berkalaborasi dengan sekolah lain dan staf distrik untuk memilih program pengujian dan penilaian yang membantu siswa menggenali kemampuan mereka, bakat, prestasi, dan minat. Selain itu dapat menggunakan teknik wawancara, ringkasan biografi, catatan akademik, catatan anekdot, formulir data pribadi, dan catatan pengalaman masa lalu. Konselor memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip, praktek dan keterbatasan data uji, dan etika terikat untuk penyembuhan, data penilaian bersifat rahasia, sehingga hanya mereka yang memiliki kebutuhan untuk mengetahui akses informasi. Konselor tidak harus memiliki tanggung jawab mengkoordinasikan dan mengadministrasikan menguji program di sekolah mereka. Peran mereka adalah untuk menginterpretasikan data uji dan memberikan masukan kepada
administrasi.
Selain enam peran yang tercantum di atas, konselor sekolah menunjukkan profesionalisme mereka dengan mengikuti standar hukum, etika, dan profesional untuk kinerja, serta Hukum Carolina Selatan dan pedoman untuk kerahasiaan.
  • TANGGUNG JAWAB KONSELOR
Adapun tanggung jawab konselor adalah sebagai berikut :
  1. Tanggung jawab konselor kepada siswa, yaitu bahwa konselor :
  1. Memiliki kewajiban dan kesetiaan utama dan terutama kepada siswa yang harus diperlakukan sebagai individu yang unik
  2. Memperhatikan sepenuhnya segenap kebutuhan siswa (kebutuhann yang menyangkut pendidikan, jabatan/pekerjaan, pribadi, dan sosial) dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi setiap siswa
  3. Memberi tahu siswa tentang tujuan dan teknik layanan bimbingan dan konseling, serta aturan ataupun prosedur yang harus dilalui apabila ia menghendaki  bantuan bimbingan dan konseling
  4. Tidak mendesakkan kepada siswa (konseli) nilai-nilai tertentu yang sebenarnya hanya sekedar apa yang dianggap baik oleh konselor saja
  5. Menjaga kerahasiaan data tentang siswa
  6. Memberi tahu pihak yang berwenang apabila ada petunjuk kuat sesuatu yang berbahaya akan terjadi
  7. Menyelenggarakan pengungkapan data secara  tepat dan memberi tahu siswa tentang hasil kegiatan itu dengan cara sederhana dan mudah dimengerti
  8. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan professional
  1. Tanggung jawab konselor kepada orang tua, yaitu bahwa konselor :
  1. Menghormati hak dan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya dan berusaha sekuat tenaga membangun hubungan yang erat dengan orang tua demi perkembangan siswa
  2. Memberi tahu orang tua tentang peranan konselor dengan asas kerahasiaan  yang dijaga secara teguh
  3. Menyediakan untuk orang tua berbagai informasi yang berguna dan menyampaikannya dengan cara yang sebaik-baiknya untuk kepentingan perkembangan siswa
  4. Memperlakukan informasi yang diterima dari orang tua dengan menerapkan asas kerahasiaan dan dengan cara yang sebaik-baiknya
  5. Menyampaikan informasi (tentang siswa dan orang tua) hanya kepada pihak-pihak yang berhak mengetahui informasi tersebut tanpa merugikan siswa dan orang tuanya


  1. Tanggung jawab konselor kepada sejawat, yaitu bahwa konselor :


  1. Memperlakukan sejawat dengan penuh kehormatan, keadilan, keobjektifan, dan kesetiankawanan
  2. Mengembangkan hubungan kerja sama dengan sejawat dan staf administrasi demi terbinanya pelayanan bimbingan dan konseling yang maksismum
  3. Membangun kesadaran tentang perlunya asa kerahasiaan, perbedaan antara data umum dan data pribadi, serta pentingnya konsultasi sejawat
  4. Menyediakann informasi yang tepat, objektif, luas dan berguna bagi sejawat untuk membantu menangani masalah siswa
  5. Membantu proses alih tangan kasus


  1. Tanggung jawab konselor kepada sekolah dan masyarakat, yaitu bahwa konselor :
  1. Mendukung dan melindungi program sekolah terhadap penyimpangan-penyimpangan yang merugikan siswa
  2. Memberitahu pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ada sesuatu yang dapat menghambat atau merusak misi sekolah, personal sekolah, ataupun kekayaan sekolah
  3. Mengembangkan dan meningkatkan peranan dan fungsi bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan segenap unsur-unsur sekolah dan masyarakat
  4. Membantu pengembangan :
  • Kondisi kurikulum dan lingkungan yang baik untuk kepentingan sekolah dan masyarakat
  • Program dan prosedur pendidikan demi pemenuhan kebutuhan siswa dan masyarakat
  • Proses evaluasi dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi sekolah  pada umumnya (fungsi bimbingan dan konseling, kurikulum dan pengajaran, dan pengelolaan/administrasi)
  1. Bekerjasama dengan lembaga, organisasi, dan perorangan baik di sekolah maupun di masyarakat  demi pemenuhan kebutuhan siswa, sekolah dan masyarakat, tanpa pamrih.
  1. Tanggung jawab konselor kepada diri sendiri, yaitu bahwa konselor :
  1. Berfungsi (dalam layanan bimbingan dan konseling) secara profesional dalam batas-batas kemampuannya serta menerima tanggung jawab dan konsekuensi dari pelaksanaan fungsi tersebut
  2. Menyadari kemungkinan pengaruh diri pribadi terhadap pelayanan yang diberikan kepada konseli
  3. Memonitor bagaimana diri sendiri berfungsi, dan bagaimana tingkat keefektifan pelayanan serta menahan segala sesuatu kemungkinan merugikan klien
  4. Selalu mewujudkan prakarsa demi peningkatan dan pengembangan pelayanan professional melalui dipertahankannya kemampuan professional konselor, dan melalui penemuan-penemuan baru


  1. Tanggung jawab konselor kepada profesi, yaitu bahwa konselor :
  1. Bertindak sedemikian rupa sehingga menguntungkan diri sendiri sebagai konselor dan profesi
  2. Melakukan penelitian dann melaporkan penemuannya sehingga memperkaya khasanah dunia bimbingan dan konseling
  3. Berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan organisasi profesional bimbingan dan konseling baik di tempatnya sendiri, di daerah, maupun dalam lingkungan nasional
  4. Menjalankan dan mempertahankan standar profesi bimbingan dan konseling serta kebijaksanaan yang berlaku berkenaan dengan pelayanan bimbingan dan konseling
  5. Membedakan dengan jelas mana pernyataan yang bersifat pribadi dan mana pernyataan yang menyangkut profesi bimbingan serta memperhatikan dengan sungguh-sungguh implikasinya terhadap pelayanan bimbingan dan konseling.


  1. SIFAT DAN MODEL BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN
  • Sifat Bimbingan Konseling Perkembangan
Adapun sifat-sifat tersebut adalah :
  1. Pencegahan : yaitu sifat bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya pesrta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya
  2. Penyembuhan ; yaitu sifat bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik
  3. Perbaikan ; yaitu sifat bimbingan dan konseling untuk memperbaiki kondisi individu dari permasalahan yang dihadapinya sehingga bisa berkembang secara optimal
  4. Pemeliharaan ; yaitu sifat bimbingan konseling untuk menjaga terpeliharanya kondisi individu yang sudah baik tetap baik
  5. Pengembangan ; yaitu mengembangkan berbagai potensi dan kondisi positif individu dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan




  • MODEL BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAAN
Adapun beberapa model bimbingan konseling perkembangan yang dicetuskan oleh beberapa para ahli sebagai berikut :


  1. Frank Parson, menciptakan istilah Vocation Guidance yang menekankan ragam jabatan bimbigan dengan menganalisis diri sendiri, analisis terhadap bidang pekerjaan, serta memadukan keduanya dengan berfikir rasional dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan data secara wawancara konseling.


  1. William M. Proctor (1925) mengembangkan model bimbigan mengenalkan dua fungsi yaitu fungsi penyaluran dan fungsi penyesuaian menyangkut bantuan yang di berikan kepada siswa dalam memilih program studi, aktifitas ekstrakulikuler, bentuk rekreasi, jalur persiapan memegang sesuai dengan kemampuan, bakat, minat dan cita-cita siswa.
  2. John M. Brewer (1932) mengembangkan ragam bimbingan seperti bimbingan belajar, bimbingan rekreasi, bimbingan kesehatan, bimbingan moral dan bimbingan perkembangan. Model ini tidak hanya mengenai bimbingan jabatan saja.
  3. Donal G. Pattersonn, (1938) dalam konseling yang dikenal dengan metode klinis menekankan perlunya lajar, menggunakan teknik-teknik untuk mengenai konseli dengan menggunakan tes psikologis dan studi diagnostik.
  4. Wilson little dan AL. Champman (1995) menekankan perlunya memberikan bantuan kepada semua siswa dalam aspek dalam mempersiapkan diri memangku suatu jabatan dan dalam mengolah pengalaman batin serta pergaulan sosial. Model ini memanfaatkan bentuk pelayaan individual dan kelompok, mengutamakan sifat binbingan preventif , melayani bimbingan belajar, bimbingan pribadi.
  5. Kenneth B. Hoyt, (1962), Mendeskripsikan model bimbingan mencakup sejumlah kegiatan bimbingan dalam rangka melayani kebutuhan siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Model ini menekankan pelayanan individual clan kelompok dan memungkinkan pelayanan yang bersifat preventif, preservative dan remedial  clan mengutamakan ragam bimbingan belajar dan pribadi.
  6. Ruth Strabf, (1964), Berpandangan menyangkut bimbingan melalui wawancara konseling. Model ini menekankan bentuk pelayanan individu dan pelayanan secara kelompok dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan dan wawancara konseling
  7. Arthur J. Jones, (1970), Menekankan pelayanan bimbingan sebagai bantuan kepada siswa dalam membuat pilihan-pilihan dan dalam mengadakan penyesuaian diri. Bantuan itu terbatas pada masalah-masalah yang menyangkut bidang studi akademik dan bidang pekerjaan. Model ini juga menekankan bentuk pelayanan individu mengutamakan ragam bimbingan belajar serta bimbingan jabatan dan memberi tekanan pada komponen bimbingan penempatan pengumpulan data serta wawancara.
  8. Chris D. Kehas, (1970), Merumuskan tujuan pendidikan di sekolah memberikan tekanan pada perkembangan kepribadian peserta didik, tetapi di lapangan hanya aspek intelektual yang diperhatikan. Dengan demikian tenaga-tenaga bimbingan hanyalah berfungsi dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di kelas.
  9. Ralp Moser dan Norman A. Srinthall, (1971), Mengajukan usul supaya di sekolah diberi pendidikan psikologis yang dirancang untuk menunjang perkembangan kepribadian para siswa dengan mengutamakan belajar dinamik-efektif yang menyangkut perkembangan nilai-nilai hidup dan sikap-sikap. Pelayanan bimbingan tidak hanya dibatasi pada mereka yang menghadap konselor sekolah, tetapi sampai pada semua siswa yang mengikuti pendidikan psikologis. Ini merupakan keunggulan modelnya.
  10. Julius Menacker, (1976), Model ini menekankan usaha mengadakan perubahan dalam lingkungan hidup yang menghambat perkembangan yang optimal bagi siswa. Keunggulan model ini ialah pandangan tingkah laku seseorang sebaiknya dilihat sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya.


















Empat Komponen Program Konseling Sekolah Komprehensif
Kurikulum Bimbingan
Perencanaan Individu
Layanan Responsif
Sistem Pendukung
Menyediakan daftar isi bimbingan
secara sistematis untuk semua
siswa dalam
kelas dan / atau kelompok
Tujuan
Pengetahuan, keterampilan
pengembangan, dan
aplikasi yang dibutuhkan melalui tiga pengembangan siswa
daerah: Belajar untuk Hidup
(Personal / Sosial
pembangunan) Belajar untuk Belajar
(Akademikpembangunan) Belajar untuk Bekerja
(Pengembangan Karir) Peran konselor
bimbingan
konsultasi
implementasi Program
dan fasilitasi
Membantu siswa dalam
monitoring dan
pemahaman mereka
pengembangan untuk keputusan langkah selanjutnya
Tujuan
Siswa merencanakan dan mendirikan tujuan.
Masalah yang Dibahas
Pribadi / Sosial
Pengembangan kesehatanharga diri
Pengembangan dari kedua tujuan jangka
pendek dan jangka panjang
Akademik
Akuisisi studi
keterampilan
Kesadaran
pendidikan
peluang
• Pemilihan kursus yang tepat
Belajar seumur hidup
Pemanfaatan nilai tes dan data karier
kesempatan Pengetahuan tentang
Karir
Pengetahuan
pelatihan kerja
Pengetahuan kerja
informasi pasar
• Pengembangan
pendidikan / karir rencana
Peran Konselor
bimbingan
konsultasi
penilaian
penempatan


Segera mengatasi kekhawatiran siswa
Tujuan
Pencegahan, intervensi
masalah yang dibahas
Pribadi / Sosial
Hubungan
Pelanggaran
Kesedihan, kehilangan, kematian Penyalahgunaan Narkoba
Keluarga
masalah / kekhawatiran
keterampilan Mengatasi
Akademik
keterlambatan
absen dan siswa bolos
sekolah dan
menyelenggarakan kelas
pencegahan putus sekolah
Peran konselor
konseling
konsultasi
koordinasi
referal
Meliputi Program dan staf
kegiatan dukungan dan
layanan
Tujuan
Pelaksanaan program dan
pendukung
Masalah yang Dibahas
Program Bimbingan
perkembangan
• Pendidikan Orang Tua
Guru / administrator
konsultasi
Pengembangan staf untuk
pendidik
Sekolah perbaikan
perencanaan
Penasihat
profesional
pengembangan
Penelitian dan
penerbitan
Outreach masyarakat
Hubungan masyarakat
Pembiayaan dan anggaran
Peran Konselor
Program manajemen
konsultasi
koordinasi


















DAFTAR ISI
Rex ,Jim. 2008, The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Model, South Carolina Department of Education
Columbia, South Carolina

Prayitno & Amti, Erman.2004.DASAR-DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING. Jakarta: Rineka Cipta (http://catatanbk.blogspot.com/2012/06/tanggung-jawab-konselor-sekolah_02.html) ( diakses pada tanggal 13 september 2013 pukul 14.00)

Faturrahman ,Fikri, 2012,KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING PERKEMBANGAN (http://fikrienergizer.blogspot.com/2013/03/learning-log-konsep-dasar-bk.html ) (diakses pada tanggal 13 september 2013 pukul 14.00)

Karina, Titin, 2012, Bimbingan dan Konseling Perkembangan (http://www.te2n.com/pengertian-fungsi-dan-tujuan-bk-perkembangan ) (diakses pada tanggal 13 september 2013 pukul 14.00)

Fatarina, 2011, MODEL DAN POLA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (http://fatarinabks.blogspot.com/2012/01/model-dan-pola-pelayanan-bimbingan-dan.html ) (diakases pada tanggal 13 september 2013 pukul 14.00)